Test

terima kasih telah mengunjungi blog saya

Rabu, 24 Maret 2010

ELASTISITAS DAN MACAM-MACAM BESARAN ELASTISITAS DI DALAM SISTEM PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A. Elastisitas Permintaan

Hukum permintaan dan penawaran menunjukkan bahwa jika terjadi perubahan harga, maka kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan akan berubah. Hukum permintaan dan penawaran ternyata tidak mempengaruhi perkembangan dari seberapa besar dari perubahan permintaan dan penawaran dari harga yang berubah.

B. Pengertian Elastisitas Permintaan

Hukum permintaan hanya berlaku pada keadaan Cateris paribus. Perubahan harga akan mengakibatkan perubahan permintaan, menyebabkan elastisitas permintaan atau pemuluran pemintaan. Elastisitas permintaan merupakan suatu ukuran mengenai perubahan yang relatif pada jumlah harga. Rumus = Ed > 1.

Elastisitas permintaan adalah derajat kepekaan jumlah barang yang diminta karena perubahan harga itu. Menurut Alfred Marshall, elastisitas permintaan dibagi 5, yaitu:

1. Permintaan elastis: permintaan terhadap suatu barang yang sangat dipengaruhi perubahan harga. Persamaan: Ed > I

2 Permintaan inelastis: permintaan terhadap suatu barang yang kurang dipengaruhi oleh suatu perubahan harga. Ed < > I

3. Permintaan elastis uniter: permintaan elastis uniter berlaku pada permintaan barang kebutuhan sekunder yang tidak terpengaruh penjualan meski harga mengalami naik – turun harga. Ed = I

4. Permintaan elastis sempurna: permintaan terhadap suatu benda sekalipun Permintaan inelastis sempurna: permintaan terhadap suatu benda tidak berubah, berapapun tinggi rendahnya suatu tingkatan harga. Ed = 0

C. Faktor yang mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Faktor – faktor yang mempengaruhi elastisitas dari suatu permintaan antara lain:

1. Benda subtitusi.

2. Keragaman barang.

3. Jangka waktu pertimbangan.

4. Bagian pendapatan yang dibelanjakan.

D. Pengertian Elastisitas Penawaran

Elastisitas penawaran adalah sebuah kepekaan seberapa besar kepekaan penawaran terhadap perubahan harga, elastisitas penawaran dibagi 5, yaitu:

1.Penawaran elastis: terjadi karena koefisien elastisitas penawaran lebih dari satu. Es I

2.Penawaran inelastis: terjadi karena koefisien elastisitas penawaran lebih kecil daripada satu. Es< I

3.Penawaran elastis uniter: terjadi karena koefisien elastisitas penawaran sama dengan satu. Es = I

4.Penawaran elastis sempurna: terjadi karena koefisien elastisitas penawaran sama dengan tak terhingga / tak terdefinisi. Es = ~

5.Penawaran inelastis sempurna: terjadi karena koefisien elastisitas penawaran sama dengan nol. Es = 0

E. Faktor yang mempengaruhi Elastisitas Penawaran

Faktor – faktor yang mempengaruhi elastisitas dari suatu penawaran antara lain:

1. Daya tahan barang.

2. Mobilitas faktor produksi.

3. Waktu yang diperlukan dalam produksi.

4. Kemudahan produsen baru untuk memasuki pasar.

F. Pengertian Elastisitas Busur

Elastisitas busur adalah elastisitas yang diperoleh dengan menghitung rata – rata harga dan kuantitas suatu barang.

G. Jenis-jenis Elastisitas Permintaan

Ada lima jenis elastisitas permintaan :

1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0.

2. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1.

3. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1.

4. Permintaan elastis : elastisitas > 1.

5. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga.

H. Jenis-jenis Elastisitas Penawaran

Ada lima jenis elastisitas penawaran :

1. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.

2. Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.

3. Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.

4. Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.

5. Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.

Baca Selengkapnya......

PERILAKU KONSUMEN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli.

  • Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.

  • Faktor Sosial

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama. Keluarga dapat pempengaruhi perilaku pembelian. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan pembelian keluarga, tergantung pada produk, iklan dan situasi. Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya-keluarga, klub, organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat.

  • Faktor Pribadi

Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli. Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Kepribadian dapat merupakan suatu variabel yang sangat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Bila jenis- jenis kepribadian dapat diklasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek.

  • Faktor Psikologis

Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima.

Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda-beda dari objek yang sama karena adanya tiga proses persepsi:

• Perhatian yang selektif

• Gangguan yang selektif

• Mengingat kembali yang selektif

Pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Sedang kepercayaan merupakan suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.

  • Faktor Marketing Strategy

Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah

(1) Barang,

(2) Harga,

(3) Periklanan dan

(4) Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.

Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengalamn konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi. Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

  • Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.

  • Faktor internal

Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.

Baca Selengkapnya......

Kamis, 18 Maret 2010

Harga Keseimbangan di dalam sistem penawaran dan permintaan

Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan suatu tingkat harga yang telah disepakati oleh pembeli dan penjual di pasar. Harga keseimbangan ditunjukkan oleh titik temu antara kurva permintaan yang merupakan keinginan para pembeli dan kurva penawaran yang yang merupakan kehendak para penjual.
Penentuan Harga Pasar dan Jumlah Barang Yang Diperjualbelikan
Harga pasar atau harga keseimbangan :
Tingkat harga di mana jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual sama dengan jumlah barang yang diminta oleh para pembeli. Pada kondisi demikian dikatakan bahwa pasar dalam keadaan keseimbangan atau ekuilibrium.
Penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan dalam keadaan
keseimbangan dapat dilakukan melalui tiga cara :
tabel (angka)
grafik (kurve)
matematik
Untuk menentukan keadaan keseimbangan pasar kita dapat menggabungkan tabel permintaan dan tabel penawaran menjadi tabel permintaan dan penawaran.
Keadaan keseimbangan pasar dapat ditentukan dengan menggabungkan kurve permintaan dan kurve penawaran menjadi kurve permintaan dan penawaran.
Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau simultan.
Contoh:
Persamaan permintaan : Qd = 1.500 – 0,001 Pq
Persamaan penawaran : Qs = -100 + 0,001 Pq
Syarat keseimbangan adalah permintaan sama dengan penawaran atau Qd = Qs.
1.500 – 0,001 P = -100 + 0,001 Pq
1.500 + 100 = 0,001 P + 0,001 Pq
1.600 = 0,002 Pq
Pq = 800.000 ( harga keseimbangan / harga pasar).
Pada analisis penentuan harga, adalah hal yang
penting untuk menentukan jangka waktu
yang diperlukan oleh tanggapan penawaran (supply response) terhadap perubahan
kondisi permintaan. Dalam hal ini kita akan membagi kedalam tiga jangka waktu
yaitu jangka waktu sangat pendek, jangka pendek dan jangka panjang.
Pada periode jangka sangat pendek tidak akan
terjadi tanggapan penawaran, kuantitas yang ditawarkan secara absolut tetap.
Pada jangka pendek, perusahaan dapat mengubah kuantitas yang ditawarkan, tetapi
tidak ada perusahaan baru yang dapat memasuki pasar. Sedangkan pada jangka
panjang perusahaan dapat mengubah kuantitas yang ditawarkannya dan
perusahaan-perusahaan baru dapat sepenuhnya memasuki industri, hal ini
menghasilkan tanggapan penawaran yang fleksibel.


Baca Selengkapnya......

HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN DALAM ILMU EKONOMI

Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran

Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal

Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Hukum Permintaan
Hukum permintaan menjelaskan hubungan antara perubahan harga terhadap perubahan barang yang diminta. Hukum permintaan menyatakan bahwa antara harga dan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik. Artinya bila harga naik akan menyebabkan jumlah barang yang diminta akan turun dan sebaliknya, dengan syarat ceteris paribus.
Hukum permintaan dapat dilihat dalam hal berikut ini :
a. Efek pendapatan dari perubahan harga
b. Efek subsitusi dari perubahan harga

Semakin rendah harga suatu barang, maka makin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang, maka jumlah yang diminta berkurang
Hukum permintaan adalah suatu peraturan yang harus diikuti dalam perdagangan valas, bersama dengan Hukum penawaran, kedua hukum ini akan membentuk “trend”. Ilustrasi yang baik dapat saya gambarkan sebagai berikut :
Jika permintaan akan mata uang USD naik, maka nilai dari mata uang USD akan naik, dan jika permintaannya turun, maka nilai mata uang USD juga turun. Inilah dasar dari sebuah trend dalam perdagangan valas. Suatu nilai mata uang naik dikarenakan banyaknya permintaan atas mata uang yang bersangkutan. Jadi jika trend sedang naik (permintaan tinggi), yang anda perlu lakukan adalah melakukan posisi long (buy) mengikuti arus yang sedang ada.
Berdasarkan jumlah konsumennya, permintaan dibedakan atas dua macam:
1. Permintaan Perorangan
Permintaan Perseorangan adalah permintaan sejumlah barang dan jasa pada waktu dan tingkat harga tertentu.
2. Permintaan Pasar
Permintaan Pasar adalah permintaan terhadap sesuatu barang di pasar pada waktu dan harga tertentu yang dilakukan oleh sekelompok konsumen.
Untuk penjelasan lebih lanjut, kami akan buat artikel lain mengenai Hukum Permintaan. Silahkan manfaatkan kolom pencarian untuk mencari artikel yang anda inginkan.

Hukum penawaran
Hukum penawaran menyatakan hubungan antara harga barang/jasa dengan jumlah yang ditawarkan positif. Artinya, bila harga naik maka jumlah yang di tawarkan juga naik. Demikian pula sebaliknya. Hukum penawaran menyatakan hubungan antara harga dan jumlah penawaran di dalam pikiran para penjual atau produsen adalah berbanding lurus. Kapan terjadi peningkatan harga maka demikian juga dengan jumlah penawaran.
Pembayaran uang lembur menunjukkan bahwa jika seseorang diharapkan untuk ditawar, maka seseorang dapat mengharapkan untuk dibayar lebih. Dalam beberapa profesi, jam kerja tambahan di luar jam lembur biasa akan dibayar pada jumlah yang jauh lebih tinggi.


Hukum Penawaran Dan Permintaan Membangun Suatu Keselarasan Antara Yang
Memerintah Dan Diperintah
Tuesday, 15 September 2009
Oleh JJ Amstrong Sembiring
Dengan tertanamnya kehausan untuk membeli dan membeli lagi barang-barang produksi yang baru, produsen seakanakan
dalam memproduksi barang-barangnya hanya menuruti saja permintaan masyarakat. Hukum penawaran dan
permintaan membangun suatu keselarasan antara yang memerintah dan yang diperintah. Antara kapitalis (yang
memerintah) dan konsumen (yang diperintah). Keselarasan ini benar-benar telah terbangun sejauh produsen dapat
menciptakan masyarakat yang selalu haus akan barang-barang produksinya sebagai pemuas rasa frustasinya. Dari sini
kita dapat melihat adanya isu pembebasan.
Dalam buku One Dimensional Man dikemukakan oleh Marcuse bahwa ciri dasar yang dapat menandakan masyarakat
industri maju adalah matinya sifat efektif terhadap kebutuhan-kebutuhan yang menuntut pembebasan.
Kontrol sosial mengharuskan kebutuhan yang melimpah untuk produksi dan konsumsi sampah; kebutuhan akan kerja
yang dimana kerja itu tidak lagi merupakan kebutuhan yang sesungguhnya; kebutuhan untuk mode-mode rileksasi yang
membuat tenang dan meneruskan kelumpuhan/ketakutan (stupefication); kebutuhan untuk memelihara kebebasankebebasan
deseptif semacam itu sebagai kompetisi bebas di dalam menetapkan harga-harga, suatu pers bebas yang
dapat menyensor dirinya sendiri, pilihan bebas antara merek dan barangnya.
Dengan demiikian sejalan oleh apa menurut tinjauan teori ekonomi politik media, institusi media harus dinilai sebagai
bagian dari sistem ekonomi yang juga berkaitan erat dengan sistem politik. Kualitas pengetahuan tentang masyarakat
yang diproduksi oleh media untuk masyarakat, sebagian besar dapat ditentukan oleh nilai tukar berbagai ragam isi
dalam kondisi yang memaksakan perluasan pesan, dan juga ditentukan oleh kepentingan ekonomi pra pemilik dan
penentu kebijakan (Garnham).
Konsekuensi keadaan seperti itu terlihat dalam wujud berkurangnya jumlah sumber media independen, terciptanya
konsentrasi pada pasar besar, munculnya sikap masa bodoh terhadap calon khalayak pada sektor kecil (McQuail).
Walaupun pendekatan ini memusatkan perhatian pada media sebagai proses ekonomi yang menghasilkan komoditi
(content), namun pendekatan ini kemudian melahirkan ragam pendekatan baru yang menarik, yaitu ragam pendekatan
yang menyebutkan bahwa media sebenarnya menciptakan khalayak dalam pengertian bahwa media mengarahkan
perhatian khalayak ke pemasang iklan dan membentuk perilaku publk media sampai pada batas-batas tertentu (Symthe).


Baca Selengkapnya......

Senin, 22 Februari 2010

SISTEM EKONOMI SYARIAH

Sejarah Ekonomi Syariah

Berikut fakta-fakta dan kesimpulan-kesimpulan yang diambil timur qur’an:
Ekonomi Syariah dimulai bukan sejak jaman Nabi Muhammad tapi di India pada tahun 1940-an.

Ide Ekonomi Syariah ditelurkan oleh Abul-Ala Mawdudi/Maududi sebagai mekanisme untuk mencapai:
-> hubungan yang minimal dengan non-muslim
-> memperkuat semangat kolektif umat Muslim
-> memperluas jangkauan agama Islam ke dalam area baru aktifitas manusia
-> modernisasi tanpa westernisasi

Sebagai cabang ilmu akademik, ekonomi berbasis agama Islam mulai berkembang pada pertengahan 1960-an. Secara institusi sistem ini mulai berkembang saat bonanza minyak di tahun 1970-an dengan dukungan dana dari Saudi Arabia dan Negara-negara muslim pengekspor minyak lainnya. Ada 3 klaim dari para pendukung Sistem Ekonomi Syariah yang dibahas secara mendalam di sini: penghapusan bunga, kesetaraan ekonomi dan tercapainya etika bisnis yang superior. Menurut qur’an, dalam ketiga hal tersebut Sistem ini gagal total.

Teknik-teknik kompleks dan eksotik (dengan istilah-istilah berbahasa Arab) yang dipakai dalam ekonomi Syariah sebenarnya hanyalah penggunaan bunga dengan istilah lain. Tidak ada yang islami dalam perbankan islam karena bank-bank tersebut pada dasarnya sama saja dengan bank-bank konvensional.

Pengenaan pajak Zakat tidak menghasilkan kesetaraan ekonomi karena pajak ini alih-alih menyalurkan sumberdaya kepada yang miskin, malahan menyalurkan sumberdaya tersebut menjauh dari yang miskin. Di Malaysia, hasil zakat tidak fokus dipergunakan untuk tujuan utama dan malahan dikorupsi oleh para pejabat departemen agama setempat.
Seperti halnya Sosialisme, beberapa elemen dalam ekonomi Syariah bertentangan dengan sifat alamiah manusia sehingga aplikasi sistem tersebut tidak banyak berpengaruh tingkah laku para pelaku ekonomi.

Kesimpulan akhir dari qur’an, Ekonomi Syariah bukanlah mengenai ekonomi tapi mengenai identitas dan agama. Sistem ini mempromosikan penyebarluasan semangat antimodernisme yang sekarang meresap di Negara-negara Islam. Sistem ini juga menimbulkan lingkungan yang kondusif bagi militansi Islamist.

Pengertian dan ciri Sistem Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis maupun komunis. Ekonomi syariah bukan pula berada ditengah-tengah ketiga sistem ekonomi itu. Sangat bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggungjawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim, ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.

Ciri khas ekonomi syariah
Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:
* Kesatuan (unity)
* Keseimbangan (equilibrium)
* Kebebasan (free will)
* Tanggungjawab (responsibility)
Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik, karena semua (kekayaan) yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaannya di bumi. Didalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari segi bahasa berarti “kelebihan”.
Di indonesia perkembangan ekonomi syariah dapat dikatakan baru memulai masanya bila dibandingkan dengan perkembangan ekonomi konvensional yang sudah jauh berkembang. Namun di masa inilah justru ekonomi syariah akan menjadi pioneer yang akan membawa perekonomian rakyat jauh lebih baik. Karena jelas bahwa ekonomi syariah adalah ekonomi yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis Nabi saw. Sebagai bukti riil di masyarakat, perkembangan ekonomi syariah ditunjukan dengan munculnya lembaga-lembaga keuangan syariah baik itu Bank Syariah, Asuransi Syariah, BPR Syariah, BMT, Tabung Wakaf, dan lain sebagainya. Dan yang baru-baru ini adalah semakin banyaknya Bank umum/konvensional yang membuka divisi syariah atau yang sering disebut dengan Unit Usaha Syariah (UUS) yang dapat melayani transaksi berdasakan akad-akad syariah. Tentunya ini merupakan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi syariah khususnya di industri keuangan. elihat ekonomi syariah di Indonesia berkembang dengan pesat, terutama di sektor industri keuangan, ternyata fenomena ini diikuti di sektor/bidang pendidikan. Sudah dipastikan keadaan ini akan sangat mendukung dan membantu percepatan laju pertumbuhan ekonomi syariah. Saat ini hampir sebagian besar perguruan tinggi baik negeri maupun swasta telah membuka jurusan/studi ekonomi Islam dan kajian atau diskusi-diskusi mengenai ekonomi Islam, seperti UI, IPB,UIN, ITB, UGM, UNHAS, Universitas Trisakti, STIE Tazkia, STIE SEBI, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi lainnya.

Menurut saya Sistem Ekonomi Syariah sangat baik contohnya sekarang banyak bank-bank yang menggunakan Sistem Ekonomi Syariah misalnya Bank Mandiri Syariah,Bank Muammalat dan mungkin masih banyak lagi, karena sepengatahuan saya di bank yang berbasiskan syariah mereka mengunakan system yang dinamakan sistem bagi hasil mungkin kalau di bank swasta ini dinamakan bunga. Sistem ini menawarkan sistem yang berbeda dengan bank-bank swasta dimana para penabung akan mendapat bonus yang sama dengan penabung lain walaupun jumlah tabungan mereka berbeda.

Dengan ekonomi syariah, kita mengharapkan sistem perekonomian di Indonesia bisa menjadi lebih baik. dan semoga saja harapan itu bisa menjadi suatu yang nyata di beberapa tahun kedepan nantinya.

Baca Selengkapnya......

Jumat, 19 Februari 2010

Sistem Ekonomi Tradisional

Pengertian
Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya.
Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonominya yang masih sangat sederhana.

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.

Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini?

Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat.

Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.
Ciri-ciri
1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
2. Hanya sedikit menggunakan modal
3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
4. Belum mengenal pembagian kerja
5. Masih terikat tradisi
6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.
7. masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan.
8. belum mengenal adanya pembagian kerja.
9. pertukaran secara barter.

Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut :
1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis
4. Sistem ekonomi tradisional tetap menjaga budaya tradisional suatu negara dan juga dpercaya sepenuhnya oleh masyarakat


Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah
3. Sistem ekonomi tradisional tidak terbuka luas,sehingga hanya bisa berdiri dnegaranya sendiri

Contoh : sistem ekonomi pada Negara berkembang atau Negara yang mulai ditinggalkan.

Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari.

Menurut saya mungkin Sistem Ekonomi Tradisional sudah jarang di Indonesia mungkin hanya di beberapa daerah pelosok saja hal in disebabkan oleh perkembangan zaman yang semakin maju.

Baca Selengkapnya......

Kamis, 05 November 2009

TEORI MOTIVASI

Dalam hidup ini diperlukan adanya dorongan agar dapat mencapai tujuan dengan baik. Dorongan yang sering disebut dengan Motivasi ini, akan membantu kita dalam meraih suatu tujuan tertentu. Misalnya saja motivasi dalam kuliah. Setiap orang memiliki rasa untuk menjadi yang lebih baik tentunya dibantu dengan adanya dorongan untuk menjadi yang terbaik. Tujuan utama kita dalam kuliah adalah menjadi orang yang berhasil dan dapat dibanggakan oleh setiap orang, baik yang mengenal kita ataupun yang belum mengenal kita secara langsung. Untuk menjadi orang yang berhasil diperlukan motivasi yang besar untuk mencapainya. Sebelum masuk ke perguruan tinggi kita harus memilih jurusan yang tepat agar tujuan kita tercapai ingin menjadi apa nanti. Dan kita akan menyadari bahwa tujuan utama dalam berkuliah agar cita – cita yang di impi-impikan tercapai.

Motivasi dalam kuliah yang saya tekuni adalah ingin menjadi orang yang berhasil dengan nilai yang excelent. Dengan adanya motivasi ini saya menjadi bersemangat dalam kuliah. Banyak motivasi – motivasi lain yang berpengaruh dalam kuliah saya, misalnya saja ingin menaikkan ekonomi keluarga dengan penghasilan sendiri. Tentunya saya harus bekerja dengan mendapatkan gaji yang dapat membantu kebutuhan hidup, bukan hanya kebutuhan hidup saya sendiri tetapi juga orang tua dan saudara yang lain. Menjadi seorang yang berhasil akan membuat diri ini bangga dan puas. Dan yang tidak ketinggalan penting motivasi saya untuk berkuliah dengan baik adalah untuk membahagiakan orang tua yang telah membiayai kita dari lahir hingga sekarang. Saya tidak ingin membuat hati mereka sedih maka saya akan berusaha dengan baik untuk menjadi yang terbaik dan dapat mereka banggakan. Anak yang berhasil tentunya akan memberikan rasa bahagia yang tak terukir dalam diri orang tua-nya. Tidak ada orang tua yang tidak senang bila anaknya berhasil.

Motivasi dalam hidup ini tidak hanya timbul dari dalam diri kita tetapi juga timbul dari luar diri kita. Ada motivasi yang bersifat internal dan ada yang bersifat eksternal.berdasarkan buku diktat kuliah pengantar organisasi dan metode, penerbit gunadarma, Motivasi internal tebagi menjadi 2 yaitu :
motivasi fisiologis, yang merupakan motivasi alamiah (seperti; mengantuk dan lapar).
Motivasi psikologis, yang dapat dikelompokan dalam tiga kategori dasar yaitu; motivasi kasih sayang, motivasi mempertahankan diri, motivasi memperkuat diri.

Contoh motivasi internal adalah motivasi yang timbul dari dalam diri kita sendiri, mengantuk, lapar dan haus itu semua muncul dari dlam diri kita secara biologis tanpa pengaruh dari luar. Sedangkan motivasi yang bersifat eksternal adalah motivasi yang timbul dengan adanya pengaruh atau faktor dari luar diri kita. Misalnya saja, pengaruh dari lingkungan atau teman sepermainan. Teman yang baik akan selalu memotivasi kita dalam melakukan hal yang positif dalam diri kita. Dengan adanya motivasi yang diberikan oleh teman itu maka akan memacu motivasi dalam diri kita.
Motivasi dapat berdampak positif (+) dan negatif (-). Sudah semakin banyak manusia yang memiliki motivasi negatif dalam diri mereka, tanpa memikirkan akibatnya nanti. Terjadinya kasus-kasus korupsi, diakibatkan motivasi manusia untuk menjadi kaya – raya dan berkuasa. Semakin banyaknya aksi pencopetan atau perampokan yang terjadi, sehingga merugikan orang lain, inilah motivasi yang berdampak negatif bagi semua orang. Karena hal ini terjadi tanpa adanya pemikiran yang panjang dengan memperhitungkan akibat yang akan diperoleh. Motivasi seperti inilah yang membuat diri sendiri menjadi rusak.

Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia., dan merupakan suatu proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan. Seorang karyawan mungkin menjalankan pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik, mungkin pula tidak. Motivasi juga dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Maka dari itu hal tersebut merupakan salah satu tugas dari seorang pimpinan untuk bisa memberikan motivasi (dorongan kepada bawahannya agar bisa bekerja sesuai dengan arahan yang diberikan.
Beberapa Teori Tentang Motivasi.

Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit.
Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”

Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu :
1. Sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat;
2. Menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan
3. Menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.
Ada 2 macam model motivasi sebagai berikut:
Model Tradisional, alat motivasi ini didasarkan atas anggapan bahwa para pekerja sebenarnya adalah pemalas dan bisa didorong hanya dengan imbalan keuangan.
Model sumber Daya Manusia, para ahli berpendapat bahwa para karyawan sebenarnya mempunyai motivasi yang sangat beranweka ragam, bukan hanya motivasi karen auang ataupun keinginan akan kepuasan, tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan emmpunyai artidalam bekerja. Mereka berpendpat bahwa sebagian besar individu sudah mempunyai dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan tidak selalu para karyawan memandang pekerjaan sebagai sesuatu hal yang tidak menyenagkan.
Jenis-jenis Motivasi:
Motivasi positif dan motivasi negatif, motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan hadiah. Motivasi negatif adalah proses untuk
mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.
Bukti yang paling dasar terhadap keberhasilan suatu bentuk motivasi adalah hasil yang diperoleh dari pelaksanaan suatu pekerjaan.
Jadi dapat disimpulkan dari beberapa teori – teori motivasi di atas bahwa untuk memotivasi diri seseorang sangat dibutuhkannya suatu imbalan,agar orang tersebut tidak merasa sia – sia akan kinerjanya selama ini dan bisa menjadi lebih semangat dalam mengerjakan segala hal. Contoh yang dapat diambil dari imbalan tersebut adalah seorang pegawai mendapat bonus akhir tahun dari perusahaannya atau instansi tempat ia bekerja, seorang anak sekolah mendapat hadiah dari orang tuanya apabila ia menjadi juara kelas.

Dampak motivasi terhadap diri saya

Teori motivasi yang ingin saya kembangkan dalam diri saya adalah teori motivasi prestasi (achievement motivation) yang didasarkan pada kekuatan yang ada didalam manusia, teori ini dikembangkan oleh Mc.Clelland melalui riset empiris. Teori ini menyatakan bahwa seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik daripada yang laindalam banyak dituasi. (teori ini saya ambil dari buku diktat kuliah pengantar organisasi dan metode penerbit gunadarma)

Dengan adanya motivasi prestasi dalam diri kita, akan menimbulkan tingkat keinginan untuk berprestasi lebih baik dari orang lain dalam berbagai hal. Menjadi yang terbaik adalah keinginan setiap orang. Tetapi segala sesuatunya di dasari oleh motivasi dalam diri kita dan usaha yang kita lakukan untuk meraih tujuan tertentu.

Sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/teori-motivasi-7/

Baca Selengkapnya......