Test

terima kasih telah mengunjungi blog saya

Senin, 12 April 2010

Keberadaan Syahril Johan Masih Misteri

Syahril Johan, sosok yang disebut Kombes Pol Susno Duadji sebagai aktor dalam kasus pajak yang melibatkan Gayus Tambunan, hingga kini keberadaannnya masih misteri.
Menurut keterangan penjaga rumah mantan diplomat Indonesia di Australia ini, Yanto, majikannya sudah tidak berada di rumah sejak dua pekan lalu.

“Pak Syahril sudah tidak ada di rumah kurang lebih dua pekan lalu. Alasannya sih ke luar negeri. Tapi pastinya saya kurang tahu,” ujar Yanto di kediaman Sjahril, Jalan Rasamala VII Nomor 10, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (13/4/2010).

Dia mengaku hingga kini sudah berhubungan lagi dengan Syahril, demikian juga dengan istrinya.

“Istri Pak Syahril juga pergi beberapa hari setelah Bapak pergi,” terangnya.

Saat ditanya apakah kepergiannya ke luar negeri, Yanto mengaku tidak bisa memastikannya. Namun dia menjelaskan saat pergi istrinya tidak membawa tas besar layaknya akan pergi jauh. “Wah saya enggak tahu. Biasa aja perginya tidak membawa koper,” jelasnya.

Yanto mengaku terakhir kali Syahril dan istrinya berada di rumah pada Maret lalu.

Saat ditanya soal apartemen milik Syahril di Jalan Cassablanca, Jakarta Selatan, Yanto mengaku tidak tahu.

“Saya enggak tahu. Yang saya tahu Pak Syahril hanya tinggal di sini saja,” pungkasnya.

Baca Selengkapnya......

Dir Merpati: Merpati Tergelincir karena Landasan Licin

Pesawat Merpati Boeing 737-300 PK MDE yang tergelincir di Manokwari karena cuaca buruk. Saat mendarat, pesawat tersebut tergelincir lalu masuk sungai.

"Karena hujan landasan licin, pesawat tergelincir," ujar Direktur Merpati Nikko saat dihubungi detikcom, Selasa (14/4/2010).

Pesawat tergelincir pukul 11.06 waktu setempat. Pesawat mengalami rusak parah badan pesawat terbelah dua. Namun tidak ada korban meninggal dalam kecelakaan ini. Penumpang luka-luka ringan

Baca Selengkapnya......

Anas Urbaningrum: Kompetisi Ini Tidak Konfliktual

Berbeda dengan partai politik lain, perebutan kursi Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) periode 2010-2015 sejauh ini berlangsung nyaris tanpa gejolak. Walau semangat persaingan terasa hingga ke daerah, tapi tidak ada saling serang antar tiga kontestannya.

"Ini kompetisi yang tenang, teduh dan tidak ada konfliktual. Ini demokrasi politik yang PD bangun di Indonesia," jelas calon Ketum DPP PD, Anas Urbaningrum.

Berikut petikan wawancara detikcom dengan Anas Urbaningrum di ruang kerjanya, Gedung Nusantara 1 lantai 9, Kompleks DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/4/2010). Seperti pembawaannya, Anas menjawab setiap pertanyaan secara kalem dan sistematis.

Sejak resmi kompetisi dimulai, apa tetap menjalin kontak dengan dua pesaing Anda?

Kami tetap berkomunikasi, tidak pernah terputus. Pak MA (Marzuki Alie) dan Pak AM (Andi Mallarangeng) adalah sparing partner plus sahabat seperjuangan saya dalam membesarkan partai.

Bagaimana Anda melihat kompetisi ini?

Kompetisi ini bukanlah permusuhan, melainkan bagian proses internal partai politik yang harus terus berjalan. Kongres ini nanti merupakan laboratorium politik berdemokrasi yang baik dan itu ditandai dengan kompetisi tanpa ada rasa permusuhan.

Kongres ini juga mempunyai target menunjukkan ke publik bahwa PD yang lahir di era reformasi punya jiwa sejalan dengan semangat reformasi. Ini adalah kompetisi yang tenang, teduh dan tidak konfliktual. Ini demokrasi politik yang PD bangun di Indonesia.

Maka bila nanti tidak beruntung mendapatkan amanah dari kongres, Anda tidak melihat itu sebagai masalah?

Ketika bersiap maju kompetisi, setiap kontestan pasti sadar bahwa ujungnya adalah kalah atau menang. Tapi kalah dan menang, itu bagian pendewasaan PD. Apa pun nanti hasilnya, itu bagian integral dari kemenangan partai. Saya yakin kandidat lain juga berpandangan demikian.

Politisi sekelas Mas Anas, Pak MA dan Pak AM pasti tidak sulit legowo dalam menerima kekalahan. Tapi bagaimana menularkan itu kepada para tim sukses di daerah yang pasti sudah terlanjur terpolarisasi?

Cara berpolitik yang dewasa, bersih dan baik selalu saya tekankan ke tim sukses saya. Saya pikir itu tidak akan sulit untuk disampaikan ke daerah. Sebab DPC kan juga melihat masing-masing figur utama yang mereka dukung. Kalau dari atas garisnya putih, pasti akan mereka panuti.

Itu kultur internal yang Pak SBY ajarkan dan menjadi panduan kami. Kongres ini bisa menjadi momen strategis untuk mensosialisasikan nilai-nilai itu kembali, mungkin tidak akan sempurna tapi bisa diikhtiarkan.

Bila beruntung mendapatkan amanah, Mas Anas akan merekrut kompetitor ke dalam kepengurusan baru?

Oh pasti itu, pasti. Bila saya mendapatkan amanah dari kongres, tentu tidak boleh ada yang diabaikan. Pak MA dan Pak AM juga bagian sangat penting dalam pengelolaan PD ke depan. Kami semua terikat untuk terus membesarkan partai.

Baca Selengkapnya......

DPR Minta Bamus Percepat Pembentukan Tim Pengawas

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Badan Musyawarah DPR segera membentuk tim pengawas kasus Bank Century. Kasus tersebut kini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami minta bamus segera membentuk tim pengawas. Apakah jumlahnya 30 itu keputusan Bamus," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung.

Hal itu disampaikan dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/4/2010).

Dikatakan dia seharusnya Bamus sudah menyelesaikan pembentukan tim itu kemarin. Namun, karena tidak banyak anggota yang hadir, pembentukan tim tersebut terpaksa dibatalkan.

"Tidak ada yang bisa menghambat atau menghalang-halangi," tegasnya.

Baca Selengkapnya......

Penangkapan Susno di Bandara Kurang Baik

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie menilai penangkapan Komjen Pol Susno Duadji oleh Propam Mabes Polri di Bandara Soekarno-Hatta sebagai tindakan kurang baik. Sebaiknya polri dapat bertindak lebih profesional.

"Kurang baik saja masa ditangkap di bandara. Apalagi beliu saat ini jadi icon untuk bongkar masalah markus," ujar Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa (14/4/2010).

Menurut Marzuki, kasus Susno ini adalah masalah internal polri tidak sepatutnya penangkapan diperlihatkan di depan publik. "Itu kan masalah internal, sebaiknya jangan dipertontonkan seperti itu, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik," pintanya.

Susno ditangkap oleh sekitar empat orang Provost di Bandara Soekarno-Hatta. Susno sempat menolak saat anggota Provost menjemputnya dari bandara. Namun, akhirnya Susno mau dan mengikuti proses pemeriksaan di Mabes Polri. Usai diperiksa, Susno diperbolehkan kembali ke kediamannya di Cinere, Depok.

Susno dinilai oleh Propam melakukan pelanggaran kode etik karena berencana ke luar negeri tanpa izin. Susno dinilai telah melanggar Pasal 6 huruf b dan c PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Pelanggaran Disiplin Polri.

Baca Selengkapnya......

Rabu, 31 Maret 2010

Biaya Produksi Minimal di dalam Suatu Perusahaan

Didalam Biaya produksi atau operasional dalam sistem industri memainkan peran yang sangat penting, karena ia menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industri dalam pasar global. Hal ini disebabkan proporsi biaya produksi dapat mencapai sekitar 70% – 90% dari biaya total penjualan secara keseluruhan, sehingga reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan membuat harga jual yang ditetapkan oleh produsen menjadi lebih kompetitif.

beberapa strategi pengendalian biaya produksi dapat menggunakan skenario berikut :
• Pertama, biaya harus dipandang sebagai keuntungan potensial (potential profit), bukan sekedar pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus dikeluarkan. dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan meningkatkan keuntungan.

• Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah (bukan sekedar mengubah input menjadi output) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetapan harga (pricing strategy) yang kompetitif di pasar.

• Keunggulan kompetitif produk dipasar akan meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu.

• Strategi reduksi biaya produksi dan penetapan harga produk yang kompetitif dipasar akan meningkatkan keuntungan perusahaan, karena keuntungan perusahaan adalah benefit antara TR dan Total Cost (TC).

• Dengan demikian strategi di atas harus dilakukan melalui skenario 1). melaksanakan aktivitas produksi pada tingkat biaya produksi minimum, 2). Menetapkan harga produk yang kompetitif di pasar, 3). memperluas pangsa pasar (market share) melalui keunggulan kompetitif (meningkatkan daya saing terus menerus), 4). memperoleh penerimaan total (TR) yang terus meningkat, 5). memperoleh keuntungan (net benefit) yang terus meningkat, 6). meningkatkan kesejahteraan bagi stakeholders.

Kesimpulan berkaitan dengan teori biaya produksi

1. Biaya tetap total (TFC) tidak bergantung pada kuantitas output (Q), sedangkan biaya variabe total bergantung pada kuantitas output (Q)
2. Biaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC / Q.
3. Kurva AVC menurun mencapai minimum untuk kemudian mengalami peningkatan karena AVC = TVC / Q.
4. Total Cost (TC) merupakan penjumlahan dari biaya TFC dan TVC karena TC = TFC + TVC.
5. ATC mula-mula akan turun kemudian akan meningkat karena ATC = TC / Q.
6. SMC mula-mula menurun mencapai minimum pada kuantitas output tertentu dan kemudian akan naik (catatan biasanya SMC akan selalu memotong kurva AVC) karena SMC = dTC / dQ (baca d=delta)
7. Jika SMC <>AVC maka AVC meningkat dan jika SMC = AVC maka AVC minimum
8. Jika SMCATC maka ATC meningkat dan jika SMC = ATC, maka ATC minimum.

Baca Selengkapnya......

Senin, 29 Maret 2010

FUNGSI PRODUKSI

Bagian produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya. Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian akan tetapi bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu haruslah diadakan koordinasi kerja agar semua bagian dapat berjalan seiring dan seirama dan dapat dihindarkan benturan – benturan kepentingan antar bagian dalam perusahaan.
Tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya juga harus di pikirkan pula agar jangan sampai terjadi hasil produksi bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk keperluan itu terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu. Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi dapat dirumuskan dalam empat hal yaitu :
1. Tepat Jumlah
2. Tepat Mutu
3. Tepat Waktu
4. Tepat Ongkos/Harga
Jumlah produk yang dihasilkan haruslah direncanakan dengan baik agar tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Bila produksi terlalu banyak tentu saja akan mengakibatkan bertumpuknya hasil produksi di gudang. Hal ini akanmengakibatkan disamping barang tersebut akan mengalami kerusakan dalam penyimpanannya, maka penumpukan tersebut berarti banyak modal yang tertanam dalam barang jadi itu berhenti dan menjadi kurang efektif.
Dengan pedoman pada empat hal tersebut maka bagian produksi akan dapat mencapai sasarannya dengan baik. Keempat hal tersebut dapat dikenal dengan mudah sebagai “empat tepat”.
Adapun tugas tersebut secara garis besarnya dapat kita bagi menjadi beberapa macam yaitu :
1. Perenganaan Produk
2. Perencanaan Luas Produksi
3. Perencanaan Lokasi Pabrik
4. Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
5. Perencanaan Bahan Baku
6. Pengaturan Tenaga Kerja
7. Pengawasan Kwalitas

Bagian produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya. Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian akan tetapi bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu haruslah diadakan koordinasi kerja agar semua bagian dapat berjalan seiring dan seirama dan dapat dihindarkan benturan – benturan kepentingan antar bagian dalam perusahaan.
Tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya juga harus di pikirkan pula agar jangan sampai terjadi hasil produksi bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk keperluan itu terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu. Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi dapat dirumuskan dalam empat hal yaitu :
1. Tepat Jumlah
2. Tepat Mutu
3. Tepat Waktu
4. Tepat Ongkos/Harga
Jumlah produk yang dihasilkan haruslah direncanakan dengan baik agar tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Bila produksi terlalu banyak tentu saja akan mengakibatkan bertumpuknya hasil produksi di gudang. Hal ini akanmengakibatkan disamping barang tersebut akan mengalami kerusakan dalam penyimpanannya, maka penumpukan tersebut berarti banyak modal yang tertanam dalam barang jadi itu berhenti dan menjadi kurang efektif.
Dengan pedoman pada empat hal tersebut maka bagian produksi akan dapat mencapai sasarannya dengan baik. Keempat hal tersebut dapat dikenal dengan mudah sebagai “empat tepat”.
Adapun tugas tersebut secara garis besarnya dapat kita bagi menjadi beberapa macam yaitu :
1. Perenganaan Produk
2. Perencanaan Luas Produksi
3. Perencanaan Lokasi Pabrik
4. Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
5. Perencanaan Bahan Baku
6. Pengaturan Tenaga Kerja
7. Pengawasan Kwalitas

Baca Selengkapnya......