Seorang pria Amerika Serikat (AS) tewas setelah disengat oleh lebah sebanyak 500 kali di California. Pria tersebut diduga terkena serangan jantung yang diakibat oleh sengatan lebah tersebut.Seperti dilansir Associated Press, Kamis (17/6/2010), saat diserang lebah, pria tersebut diketahui sedang mengoperasikan sebuah alat berat saat di San Diego, California pada hari Rabu 16 Juni tengah malam waktu setempat. Pria tersebut melarikan diri saat lebah ganas tersebut menyerangnya. Namun meskipun dirinya sudah berlari sejauh 180 meter dan berlindung disebuah bangunan, nyawa pria tersebut tidak mampu diselamatkan. Pihak petugas medis mengatakan jika pria tersebut tewas akibat serangan jantung.Sebelum dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal, petugas medis sempat memberikan pernapasan buatan namun tetap nyawanya tidak dapat diselamatkan lagi. Pihak rumah sakit sendiri belum bersedia menjelaskan apakah serangan jantung yang disebabkan oleh sengatan lebah tersebut, dipicu oleh racun yang dikeluarkan oleh lebah yang menyerangnya. Penyebab resmi kematian pria malang tersebut hingga kini belum dikeluarkan oleh pihak rumah sakit.
Terbiasa hidup di penjara mungkin sudah menjadi kenikmatan tersendiri bagi seorang mantan narapidana ini. Ia bahkan berusaha mendobrak masuk kembali ke dalam penjara, setelah tidak mampu beradaptasi dengan kehidupan diluar penjara.Camilo Antonio yang dibebaskan dari penjara Manica Agricultural Mozambik setelah menjalani hukuman penjara 10 tahun, memutuskan untuk kembali ke dalam penjara. Pria yang dipenjara setelah membunuh ayah tirinya sendiri ini, dibebaskan pada tahun 2004 lalu. Sejak dibebaskan, Antonio mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan. Tidak hanya itu, dia juga merasa ketakutan jika keluarga ayah tirinya akan membunuh dirinya untuk membalaskan dendam. Atas alasan itu, Antonio berusaha untuk mendobrak masuk penjara yang menjadi tempat tinggal selama 10 tahun dengan merubuhkan sebagian tembok penjara."Bagi saya, penjara merupakan tempat yang paling aman. Saya tidak ingin hidup di dalam penjara, tetapi tempat ini merupakan yang terbaik untuk kehidupan saya saat ini," ungkap Antonio seperti dikutip AFP, Kamis (17/6/2010).Sepertinya upaya Antonio ini berhasil setelah dirinya ditangkap atas tuduhan membuat kerusakan terhadap properti pemerintah. Atas tuduhan baru ini, pria berusia 28 tahun tersebut mendapatkan hukuman penjara satu tahun.